Sdr sdri dan rekan milis…

Yohanes merupakan tokoh pembaharu didalam cara penyembahan kepada Allah. Dia tidak bertindak sekehendak hati atau pikiran nya sendiri. Tetapi apa yang dilakukan Nya adalah karena Allah yang merencanakan demikian. Pemberitaan Yohanes pembabtis adalah bukan suatu “menu” utama dari perjanjian baru Allah, tetapi merupakan suatu introduction / pengantar dari aturan atau tatatertib perjanjian baru Allah

Yang diberitakan oleh Yohanes pembabtis adalah : “Bertobatlah sebab kerajaan Surga sudah dekat”.( Mat 3:2) . Menurut kamus besar bahasa indonesia Bertobat berarti : menyesal dan berniat hendak memperbaiki (perbuatan yg salah dsb) atau kembali kpd Tuhan atau agama (jalan) yg benar. Intinya bertobat adalah mengalami perubahan pikiran, yang menghasilkan penyesalan dan mengalihkan tujuan. Dalam pemberitaan Yohanes pembabtis: pertobatan itu mencakup berpaling bagi kerajaan surga. Ini mengindikasikan bahwa aturan atau tata tertib perjanjian baru Allah itu berfokus pada kerajaan Nya. Untuk Kerajaan Nya inilah kita harus bertobat, mengubah pikiran kita dan mengalihakan sasaran hidup kita. Kalau saat ini sasaran hidup kita itu tertuju pada banyak perkara lain. Maka kita pun perlu bertobat ! Kita harus mengalihkan sasaran hidup kita kepada Allah dan kerajaan Nya, yang dalam matius disebut kerajaan Surga.

Kerajaan Surga ini pada saat kedatangan Yohanes pembabtis ( saat itu) belum ada. Jadi jelas dalam perjanjian lama , belum ada kerajaan Surga. Bahkan setelah Yohanes pembabtis tampil kerajaan surga ini juga belum ada, hanya saja sudah dekat. Juga pada Saat Yesus Kristus memulai pelayanan Nya, kerajaan surga ini belum datang

Kerajaan Surga ini berbeda dengan kerajaan Mesias. Kalau kerajaan Mesias adalah kerajaan Daud yang terpulih (kemah daud yang dibangun kembali – kis 15:16)), yang terbentuk dari bani Israel dan bersifat bumiah dan fisik, sedangkan kerajaan Surga tersusun dari kaum beriman yang dilahirkan kembali dan bersifat surgawi dan rohani.

Sdr sdri .. Jika pertobatan mencakup pengalihan sasaran hidup kita kepada Allah dan kerajaan Nya. Saya merasakan kita pun perlu bertobat, karena pada kenyataan nya sasaran hidup kita itu lebih tertuju kepada hal hal lain nya, seperti karir kita, keuangan kita, keluarga kita, anak kita, reputasi kita ataupun hal lain nya. Pada kenyataan nya kita tidak terlalu mempedulikan kerajaan Nya. Kita datang ke kebaktian ataupun persekutuan pun sasaran nya bukan lah untuk kerajaan Nya atau kepentingan Allah. tapi lebih kepada kepentingan kita sendiri, agar hati lebih tenang dsb nya. Sungguh kita perlu bertobat. Hal ini bukan masalah kita sudah berbuat baik atau buruk. hal ini tidak tergantung kepada perilaku kita baik atau buruk. Asal sasaran kita bukan kepada Allah dan kerajaan Nya saya mengajak anda untuk bertobat. Semua nya kita perlu bertobat. Marilah kita hari ini juga kita mengalihkan pikiran kita kepada Allah dan kerajaan Nya.

Tuhan mengasihi kita.

salam kasih

http://groups.yahoo.com/group/batuhidup/

Arsitek Perubahan

Posted: Agustus 31, 2008 in Uncategorized

sdr sdri dan rekan milis batuhidup,..

Jika kita simak dengan baik didalam kitab Injil , Yohanes Pembabtis ternyata telah meninggalkan semua cara peribadatan atau penyembahan kepada Allah yang ada didalam perjanjian lama. Semua tata cara peribadatan yang pernah dilakukan oleh orang tua nya ataupun leluhurnya, termasuk dari nabi nabi yang pernah ada sebelum nya juga di tinggalkan nya. Yohanes -sebagai keturunan imam – tidak mengenakan pakaian imam, tidak melayani dibait suci , bahkan boleh dikata meleceh kan agama sebelumnya dengan mengenakan sesuatu yang dianggap najis oleh para leluhurnya.

Gimana pendapat sdr sdri dan rekan milis semua nya terhadap Yohanes ini ?? terhadap sikapnya yang boleh dikatakan membawa suatu pembaharuan atau perubahan yang besar ini ?? Dia berani melanggar sesuatu yang telah ada turun temurun, melanggar yang ditetapkan oleh para leluhur sebelum nya ?? Apa dia nggak kualat ?? atau justru sebaliknya dia orang yang hebat, yang kreatif yang didorong oleh semangat muda nya untuk menerobos rutinitas ?? atau adakah sesuatu lain nya yang menyebabkan dia bersikap demikian ?? Mari kita adakan riset sederhana aja ..

Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” ( mat 3:3).

Ternyata Yohanes pembabtis memulai pelayanan nya kepada Allah di Gurun

berdasarkan nubuat. Jadi bukan karena kemauan nya sendiri. Hal ini juga menunjukkan bahwa tindakan Yohanes yang meninggalkan cara lama dan memulai sesuatu jalan yang baru bukanlah sesuatu yang kebetulan. Yohanes memperkenalkan aturan atau tat tertib perjanjian baru Allah karena di rencanakan Allah. Hal itu dikatakan Nya sebelum nya, lebih dari 600 tahun sebelumnya melalui nabi Yesaya. (40:3).

Semua itu menunjukkan bahwa Allah memang ingin memulai aturan atau tata tertib Perjanjian Baru Allah dengan cara yang mutlak baru.

Sdr sdri dan rekan milis… Yohanes meninggalkan hal hal dunia agama dalam perjanjian lama adalah karena dia melakukan kehendak Allah. Karena Allah memang ingin memulai sesuatu dengan cara yang baru. Yohanes bukanlah seorang yang berbuat sembarangan berdasarkan pikiran nya atau kemauan nya sendiri. Dia melakukan karena Allah memang merencanakan demikian. Yesus pun sewaktu di dunia ini tidak melakukan sesuatu berdasarkan diri nya sendiri. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. (Yoh 5:19)

Allah ternyata mempunyai suatu rencana untuk membangun sesuatu yang baru. Tetapi sungguh celaka kita malah tak tahu apa yang direncanakan Allah. Kita malah tak tahu apa yang di inginkan atau di dambakan Allah. Saya dulu malah cuman tahu, kalau orang Kristen itu akan masuk surga. Yah hanya itu. Sungguh keadaan yang kasihan.

Kita selama ini sungguh buta terhadap Allah dan rencana Nya dan hanya memikirkan diri sendiri saja. Bahkan ketika Allah memberikan Firman Nya , kita seringkali masih banyak opini atau pemikiran sendiri yang sepertinya lebih masuk akal dan lebih baik daripada Firman Tuhan. Betapa kisah Yohanes yang dengan sederhana melakukan yang di kehendaki Allah mengingatkan kita kembali agar kita pun mau terbuka terhadap Firman Tuhan dan mau melaksanakan kehendak nya didalam kehidupan kita. Kita perlu lebih taat kepada Allah dari pada kepada tradisi dunia ini.

Kiranya Allah mencelikkan mata kita terhadap rencana Nya karena selama ini kita dibutakan oleh hal hal agama dan tradisi. Juga kira nya Allah memberikan kasih karunia Nya agar kita mempunyai ketaatan kepada Nya lebih dari hal hal didalam dunia agama.

Salam kasih

http://groups.yahoo.com/group/batuhidup/

Sdr sdri .,

Dalam tulisan saya sebelum ini dengan subyek : Saat nya berubah, maka Yohanes ternyata yang memulai suatu perubahan dalam penyembahan kepada Allah. Yohanes memulai cara yang baru beribadah kepada Allah. Allah memakai dia untuk menunjukkan kepada umatnya bahwa hal hal yang lama, sedang ditinggalkan Allah dan Allah mulai membangun sesuatu yang baru.

Hampir semua umat Allah yang mempunyai Alkitab tentu tahu adanya perjanjian lama dan perjanjian baru. Tetapi kalau ditanya kepada mereka perubahan apa yang ada antara perjanjian lama dan perjanjian baru, belum tentu mereka bisa menjawab nya. Sebagian besar pasti bingung ??

Tetapi Yohanes tidak bingung. Dia menunjukkan nya dengan sikapnya :

” Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan” ( mat 3:4).

Sebenar nya , Yohanes terlahir sebagai imam (Luk 1:5, 13). Menurut peraturan hukum Taurat, – seperti di imamat 6:10,Yeh 44:17-18 – dia harus memakai pakaian khusus imam, yang terbuat dari kain lenan halus. Selain itu seharusnya dia makan makanan imam, yang terutama terbuat dari tepung halus dan daging dari kurban yang dipersembahkan kepada Allah oleh umat nya. ( Im 2:1-3; 6:16-18, 25-26 dan 7: 31-34).

Namun yang diperlihatkan oleh Yohanes berbeda dengan imam imam sebelum nya. Dia memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makan belalang dan madu hutan. Jika dilihat dari kaca mata kaum imam pada saat itu, semua benda yang disebutkan itu tergolong tidak beradab, tidak sesuai dengan budaya yang berlaku dan tidak sesuai dengan aturan agama. Unta tergolong binatang yang najis menurut aturan orang lewi ( imamat 11:4). Sehingga ketika seorang imam memakai pakaian kulit unta ( seperti Yohanes) itu bisa digolongkan sebagai suatu pelecehan agama, suatu pukulan yang cukup telak bagi pikiran agamawi. Disamping itu, Yohanes tidak tinggal di kota suci yang tergolong beradab, melainkan dipadang gurun. ( Luk 3:2). Yohanes sudah meninggalkan jaman perjanjian lama, meninggalkan agama yang bercampur dengan kebudayaan manusia, meninggalkan agama yang merosot dan Yohanes sedang memulai memperkenalkan jaman atau jalan perjanjian baru Allah yang tersusun oleh Kristus dan Roh kehidupan.

Sdr sdri.. Dijaman sekarang ini , kalau kita perhatikan di seputar agama Kristen ( termasuk katolik) ternyata banyak atribut atribut agama dalam perjanjian lama yang masuk kedalam “gereja”, mulai dari gedung peribadatan nya, peralatan nya, pakaian imam nya, ritual ritual peribadatan nya, bahkan “imam imam” model perjanjian lama pun ada didalam nya. Belum lagi ajaran ajaran nya yang campur aduk antara perjanjian lama dan baru, juga campur baur dengan Budaya ataupun hal hal dunia lain nya seperti politik dsb nya. Itulah salah satu ciri ciri agama yang merosot dan yang sesungguhnya mulai di tinggalkan Allah sejak jaman Yohanes Pembabtis.

Sdr sdri dan rekan milis., sungguh saya menangkap kesan bahwa Yohanes mempunyai hati yang hanya mencari perkenan Allah sehingga dia mau meninggalkan kemewahan dunia agama, mau meninggalkan jabatan imam jaman perjanjian lama, dan meninggalkan segala sesuatu yang usang dipandangan Allah. Ketika kita dihadapkan pilihan seperti Yohanes, akan kah kita bisa bersikap sama. Ketika Allah memberikan terang perihal perubahan jaman kepada kita , apakah hal itu hanya kita anggap sebagai sesuatu yang sepele saja ?? ataukah kita dapat bersikap dan bertindak seperti Yohanes yang bersedia meninggalkan attribute attribute agama, aturan aturan agama, bahkan kawan atau kelompok agama lama kita ?? Oh sepertinya kita perlu belas kasihan Allah dalam hal ini. Kiranya Tuhan membelas kasihani kita, agar kita pun mempunyai hati yang mencari perkenan nya saja.

salam kasih

http://groups.yahoo.com/group/batuhidup/

Sdr sdri dan rekan milis lain nya…,

Kalau saya bertanya : perubahan apa yang terjadi didalam sejarah Indonesia dan apa tanda tanda nya ?? Saya yakin anda bisa menjawab nya meskipun tidak dengan detil semua peristiwa perubahan yang terjadi di Indonesia. Walaupun anda agak samar samar ingat dari pelajaran sejarah akan peristiwa penjajahan belanda ataupun jepang . Paling tidak anda akan bisa menjawab peristiwa hari kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang di tandai dengan dibacakan nya teks proklamasi oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Ya peristiwa itu memang membawa perubahan yang besar didalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Karena hukum hukum dan peraturan yang berlaku , yang mengatur kehidupan berbangsa dan bermasyarakat sejak saat itu tentu berbeda bukan ?? walaupun ada yang tidak seketika berbeda. Nama nya saja Negara merdeka tentu berbeda dengan Negara terjajah. Dulu ada kerja rodi, sejak merdeka tentu saja yang demikian tak ada lagi.

Kalau kita telusuri, didalam Alkitab ternyata ada juga perubahan perubahan jaman semacam itu. Setidaknya anda tentu mengetahui bahwa didalam alkitab itu ada bagian perjanjian lama dan perjanjian baru. Yah setidak nya kita bisa mengetahui hal itu bukan ?? Tetapi apa nya yang berubah ?? Tanggal berapa ? Mana “teks proklamasi” nya ?? “Bung Karno dan Bung Hatta” nya yang mana ??

Sdr sdri .. peristiwa detilnya mungkin tidak sama persis dengan peristiwa kemerdekaan Indonesia. Tetapi tanda tanda perubahan jaman itu ada dan kita perlu mengenali nya. Karena hal itu akan mempengaruhi hukum atau peraturan mana yang perlu kita perhatikan.

Dalam perjanjian baru di matius 11:13 menyatakan : ” Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes”. Juga dalam Lukas 16 : 16 menyatakan : “Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan …… “

Sepertinya kedatangan Yohanes pembabtis merupakan tanda berakhirnya jaman hukum Taurat. Setelah babtisan oleh Yohanes, dimulailah pemberitaan injil damai sejahtera ( kis 10:36-37). Pemberitaan Yohanes adalah permulaan injil ( markus 1:1-5). Sebab itu jaman kasih karunia dimulai dengan Yohanes.

Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan. “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” ( mat 3:1-2)

Pemberitaan Yohanes Pembabtis adalah PENGANTAR suatu “aturan” atau “tata tertib” perjanjian baru Allah. Sebenarnya ditinjau dari asal usul nya, Yohanes terlahir sebagai imam. Ia adalah anak imam zakharia ( Luk 1:5,13). Seharusnya menurut peraturan di jaman perjanjian lama waktu itu, seharusnya dia melayani di bait suci yang ada di kota suci ( Yerusalem), tempat orang orang yang beragama dan berbudaya menyembah Allah ( menurut peraturan dalam kitab suci mereka) . Tetapi kalau kita perhatikan perihal Yohanes di Alkitab, maka tidak lah demikian. Yohanes melakukan pelayanan nya, pemberitaan nya di padang gurun. Terus terang saya menilai hal itu tergolong “liar” atau pun tidak lazim pada jaman itu. Dia tidak memelihara peraturan yang usang manapun. Hal ini sangat berarti. Karena hal ini menunjukkan jalan usang penyembahan kepada Allah menurut perjanjian lama sudah tak berlaku lagi. Dan bahwa suatu jalan baru akan diperkenalkan. Padang gurun disini menunjukkan bahwa jalan baru dalam perjanjian baru yang ditetapkan Allah berlawanan dengan agama dan kebudayaan. Hal ini juga menunjukkan tidak ada yang di bait suci fisik yang dibawa Yohanes, baik itu pakaian imam nya, makanan nya, peralatan nya atau peraturan yang lain nya. Semua yang usang sudah ditinggalkan dan bahwa sesuatu yang baru akan dibangun.

Sdr sdri yang terkasih dalam Kristus Yesus.

Bukankah ini suatu hal yang menarik.. perubahan didalam jaman perjanjian baru yang dipelopori oleh Yohanes ini ? Ternyata Yohanes itu seorang pioneer.. dia seorang pelopor didalam pembaharuan yang dilakukan Allah. Allah sedang melakukan perubahan pada jaman itu . sudahkah kita menyadari nya ? Ternyata bait suci fisik sebagai tempat beribadah .. sudah ada tanda tanda ditinggalkan sejak jaman Yohanes. Ternyata peraturan peraturan peribadatan yang usang yang ada di dalam perjanjian lama.. ada tanda tanda ditinggalkan sejak jaman Yohanes. Sesuatu yang baru sedang dibangun Allah…

Dulu saya begitu terpesona oleh bait bait suci .., gedung gedung gereja yang megah. Dulu saya juga terpesona oleh aturan aturan yang demikian ketat didalam peribadatan. Tetapi lama kelamaan Allah mencelikkan mata saya. bahwa sesuatu “yang usang” sudah dan sedang ditinggalkan Allah. Allah bahkan memakai seorang Yohanes untuk menunjukkan jalan beribadah kepada Nya. Sesuatu yang sepertinya “tak beraturan”.. tak lazim.. tetapi itulah jalan yang ditetapkan Allah. Sesuatu yang baru , ” yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

” (2 kor 3:16).

Sdr sdri . masih adakah peraturan peraturan peribadatan usang, yang udah ditinggalkan Allah dan kita masih terus memegang nya erat erat ?? Anda berkata: ini yang lazim , sudah lama ada dan sudah turun temurun begini .. tetapi tahukah bahwa Allah sudah meninggalkan nya. Anda berkata : yang begitu tak lazim . tetapi ketahuilah bahwa itu mungkin adalah jalan yang di tetapkan Allah ? Siapkah anda berubah ?? Tahukah anda bahwa Allah memakai Yohanes untuk mempelopori perubahan ..

” Ya Tuhan Yesus, masih banyak hal hal atau perkara perkara usang dari jaman perjanjian lama di dalam kehidupan kami. Selama ini kami lebih memperhatikan gedung atau peraturan peraturan yang di luar daripada Diri MU. Kiranya Engkau memberikan terang Mu agar kami dapat lebih mengenal diri Mu dan juga kehendak Mu.”

Salam kasih,

http://groups.yahoo.com/group/batuhidup/

http://groups.yahoo.com/group/batuhidup/

Rekan Steve,

dan juga rekan andi….,

Terima kasih atas pertanyaan / respon nya…..dan juga keinginan untuk mentaati Firman Tuhan……

Juga kepada sdr Leo … terima kasih atas email nya dan respon nya…. perlunya menerapkan Hukum Taurat, bukan dengan cara luaran……

Sebenarnya perihal hukum Taurat dan hari sabat itu juga sudah saya kiirmkan artikel dengan judul : “bayangan dan penggenapan nya” yang muncul dimilis batuhidup tgl 24 nopember 2007 atau artikel dengan judul : Yesus dan hari sabat .. serta kasih karunia dan hukum Taurat…

Saya akan menjawab pertanyaan steve dengan singkat :

1. ))) Apakah dengan ada nya Kristus Hukum Taurat menjadi gugur atau tidak berlaku lagi…??

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

” ( matius 5:17). Kristus datang untuk menggenapi nya..

Hukum Taurat adalah kudus , dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik ( Roma 7:12) Tetapi manusia sebagai pelakunya yang tidak baik. Hal ini karena manusia ada didalam daging. Karena manusia ada didalam daging inilah maka manusia itu sulit untuk dapat melakukan hukum Taurat. ” Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tidak berdaya oleh daging,… ” (roma 8:3).

Sehingga dalam faktanya pelanggaran terhadap hukum Taurat itu semakin banyak . ” dengan masuknya hukum Taurat, pelanggaran menjadi semakin banyak..” ( roma 5:20).

Oleh karena itulah, maka Allah berinisiatif datang kedunia, untuk mengerjakan apa yang TIDAK dapat dikerjakan oleh manusia. dan menggenapinya didalam Kristus Yesus. Roma 10:4 ” Sebab Kristus adalah kegenapan ( “tujuan akhir”) hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang percaya”.

Sehingga ketika kita menerima Kristus Yesus, maka kita memperoleh pembenaran dari Allah, kita memperoleh keselamatan.

Jadi didalam jaman kasih karunia ini, perhatian kita itu perlu kepada Yesus Kristus saja, bukan lagi kepada Hukum Taurat…. Kita perlu percaya/ menrima Yesus Kristus dan hidup dipimpin oleh Roh itu …..

Galatia 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat

Kita perlu mengetahui hakikat kasih karunia dan juga hukum Taurat. Kasih Karunia adalah Allah yang mengerjakan sedangkan hukum Taurat adalah kita yang bekerja….

Jangan mencampur aduk kan atau menambahi kasih karunia Allah dengan usaha manusia… jangan mencampur aduk kan ( kasih karunia ) Kristus Yesus dengan hukum Taurat…

“Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. ( Galatia 2:16)

2.))) apakah hal ini tidak kontradiksi : Hukum Taurat berasal dari ALLAH, tetapi kemudian oleh ALLAH coba dihapuskan (Gereja sekarang tidak mengikuti tata cara Hukum Taurat) ?

Rekan Steve …. mungkin perlu jelas bahwa injil Allah… kasih karunia itu asal muasalnya adalah janji Allah kepada Abraham………..

“Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” ( Gal 3:8)
Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. ( Gal 3:9).

Jadi kedatangan Yesus Kristus … kemudian Dia tersalib itu adalah :
Galatia 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

selanjutnya dalam galatia :
3:16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunannya” seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: “dan kepada keturunanmu”, yaitu Kristus.
3:17 Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.
3:18 Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.

Lalu apa maksud ada nya hukum Taurat ???
dalam Kitab galatia juga Allah berfirman :
3:24 Jadi hukum Taurat adalah PENUNTUN BAGI KITA sampai KRISTUS DATANG, supaya kita dibenarkan karena iman.
3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.
3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

3. ))))- apakah dengan penggenapan Yesus Kristus pada hukum Taurat, otomatis kita boleh melanggar hukum Taurat itu sendiri ? toh kita sudah mendapat “anugerah” ?.
Ya jelas tidak pak Steve….
Yesus Kristus malah memberikan suatu hukum baru yang standard moral nya lebih tinggi dari hukum Taurat…. coba baca di matius pasal 5…

Galatia 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa,….

Cuman kalau yang kamu maksudkan tidak memperingati hari sabat ??
… sepertinya memperingatinya bukan diluaran seperti yang kamu maksudkan steve…
Kita yang perlu beristirahat didalam Kristus ( yang adalah hari sabat kita yang sejati) .. yang riil…

Clg,181207
Tjandra

—– Original Message —–
From: Steve

Pak Tjandra mohon diberikan pengertian kepada saya yang baru ini :

Saya tertarik dengan kalimat Bapak :

Ketika Allah sudah memberikan kasih karunia Nya kepada kita, dan kita masih terus berusaha sendiri dengan memperingati hari sabat (melakukan hukum Taurat) , bukankah itu suatu tindakan tidak mempercayai Allah ??

Ketika Firman Tuhan mengatakan ” Sebab Kristus adalah kegenapan ( “tujuan akhir”) hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang percaya” ( Roma 10:4) dan kita masih memperingati hari sabat ( melakukan hukum Taurat), Bukankah itu suatu tindakan yang tidak mempercayai bahwa Kristus adalah kegenapan hukum Taurat ? sehingga kita masih memperingati hari sabat ?

Ada sedikit pertanyaan dari saya mengenai pernyataan tersebut :

- Apakah dengan adanya Kristus Hukum Taurat menjadi gugur/tidak berlaku lagi ?
- apakah hal ini tidak kontradiksi : Hukum Taurat berasal dari ALLAH, tetapi kemudian oleh ALLAH coba dihapuskan (Gereja sekarang tidak mengikuti tata cara Hukum Taurat) ?
- apakah dengan penggenapan Yesus Kristus pada hukum Taurat, otomatis kita boleh melanggar hukum Taurat itu sendiri ? toh kita sudah mendapat “anugerah” ?

Demikian pertanyaan dari saya. Terima kasih sebelumnya.

BR
Steve

Apa Artinya hari sabat bagi kita

” Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatnya itu ” ( Kej 2:3). Ditinjau dari sudut Allah, Allah bekerja dahulu dan setelah selesai pekerjaan Nya ia beristirahat. Tetapi dari sudut manusia : setelah diciptakan pada hari ke 6, keesokan harinya ( hari ke tujuh) dia tidak diminta untuk bekerja dulu, tetapi “santai-santai ” dulu, istirahat dulu pada hari pertama nya, baru setelah itu bekerja. Agak aneh bukan ??? Nggak masuk akal ?? nggak sesuai rasio manusia ?! kalau menurut konsep kita / opini kita, yang bagus itu : biar kerja dulu, setelah nanti lelah baru beristirahat. Tetapi itulah yang dikehendaki Allah; manusia itu beristirahat dulu ( tidak bekerja apa-apa) pada hari sabat ( sehari setelah dia diciptakan, hari pertama bagi manusia), baru setelah itu “bekerja”. Itulah makna hari sabat.

Yang dikehendaki oleh Allah adalah agar manusia mengingat dan menguduskan hari sabat. ( keluaran 20:8-11). Jadi kita jangan main-main dengan hari sabat ini. Kalau kita melanggarnya , itu berarti kita tidak taat / mengabaikan Firman Allah dan pasti akan mendapatkan murka Allah.

Bagaimana kita mengartikan nya ? Dalam proses kehidupan manusia agar berkenan kepada Allah, didalam jaman perjanjian baru Allah menyediakan hari sabat, dimana kita harus beristirahat, tidak melakukan apa-apa. Inilah hari sabat yang harus kita lalui, agar tidak mendapat murka Allah. Kita perlu berisitirahat dalam hari sabat ini, tidak melakukan apa-apa dan setelah itu baru “bekerja”. Dalam Kristus ( hari sabat kita , kolose 2:16-17) ini kita tidak perlu melakukan apa-apa, karena Dia telah mengerjakan keselamatan bagi kita. ” Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah ” ( efesus 2:8). Ingatlah keselamatan awal / hidup kekal yang kita dapatkan itu bukan hasil usaha kita melakukan ini dan itu agar Allah berkenan. ” itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada yang memegahkan diri” ( efesus 2:9) . Kita cukup beriman pada Yesus Kristus, percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat dan Tuhan kita. ” Siapa yang percaya dan dibabtis akan diselamatkan , tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum ” (markus 16:16).

Jadi apa artinya beritirahat didalam Kristus ? artinya beristirahat , tidak mengerjakan apa-apa dalam hari sabat yang disediakan Allah bagi kita. Kristus Yesus itu adalah Allah yang datang kedunia dalam bentuk manusia. Kedatangan Nya itu adalah untuk mengerjakan keselamatan kita, sehingga Dia menderita, diejek, diludahi, dipukuli, dan akhirnya di salib, kemudian bangkit, naik ke surga. Semua peristiwa dan pekerjaan nya itu adalah dalam rangka untuk mengerjakan keselamatan kita, untuk memenuhi tuntutan keadil benaran Allah. “.setiap orang yang percaya kepada Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal ” ( Yoh 3:16). Jadi yang kita perlu lakukan sebagai manusia agar berkenan kepada Allah adalah percaya kepada Yesus Kristus. Jangan mengerjakan apa-apa selain beristirahat dalam hari sabat , dalam Kristus, dan kita cukup menikmati segala pekerjaan penebusan yang telah dirampungkan pada kita. Kalau anda bekerja juga , itu artinya anda tidak mentaati perintah Allah, dan pasti dimurkai Allah. Setelah anda menikmati hari sabat, barulah setelah itu anda bekerja . ” hai saudara-saudara ku yang kekasih, kamu senatiasa taat : karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar .” (Filipi 2:12). Bekerja setelah menikmati hari sabat kita itu adalah bukan dalam rangka memperoleh hidup kekal, tetapi dalam rangka mendapatkan “upah” dalam kerajaan seribu tahun.

Sebagai ilustrasi yang cukup baik : ada seorang yang kehidupan agama nya cukup baik dan saleh , orang ini juga menjalankan hari sabat hari ke tujuh dengan taat , karena ini merupakan bagian dari hukum Allah yang harus dijalani nya, dalam bekerja untuk memenuhi tuntutan Allah rasanya dia termasuk golongan terbaik pada jaman nya ( kalau tidak demikian dia tidak akan terpilih sebagai pemimpin agama nya). Orang dengan kualitas demikian, ternyata tidak akan dapat melihat kerajaan Allah, kalau dia tidak dilahirkan dari air dan Roh. ( Yoh 3:1-7). Walaupun Nikodemus , pemimpin agama Yahudi itu melakukan “menguduskan hari sabat” tetapi dia terhitung masih bekerja dan tidak beristirahat pada hari sabat yang sejati , Kristus Yesus. Dia masih bekerja dengan upayanya sendiri untuk memenuhi tuntutan hukum Allah. Dia tidak mengenal keterbatasan manusia dengan dosa dan kedagingan nya. Makanya usaha untuk memenuhi tuntutan hukum Allah dengan upaya sendiri itu tidak akan berhasil ” Tetapi hukum Taurat ditambahkan supaya pelanggaran semakin banyak ; dan dimana dosa bertambah banyak, disana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah “. (roma 5:20). Orang yang memelihara hari sabat “luaran” ini, dia tergolong orang yang tidak mau menerima pekerjaan Allah, tetapi masih berusaha/ bekerja dengan upaya diri sendiri untuk memenuhi kehendak Allah. Padahal yang Allah kehendaki itu menerima Kristus sebagai sabat yang sejati, dan kita menerima pekerjaan yang dilakukan Allah.

Bagaimana Potret manusia hari ini? Mereka masih ada yang belum mengenal Kristus sebagai hari sabat sejati yang ditentukan Allah. Mereka masih bekerja, berjerih lelah dan tiada perhentian. Mereka sebenarnya ada hati yang mencari “Allah” , tetapi tidak mengenal jalan yang ditentukan Allah. Padahal Allah, menentukan agar kita istirahat , ‘santai-santai aja”, tidak bekerja apa-apa didalam hari sabat, didalam Kristus. Kita cukup beriman, percaya kepada Kristus Yesus dan menikmati Dia dan segala pekerjaan yang dilakukan Nya untuk kita. Hal bekerja dengan upaya sendiri untuk memenuhi tuntutan hukum Allah ini, umum terjadi pada mereka yang belum mengenal dan belum percaya Yesus Kristus.

Lalu bagaimana Potret orang yang mengenal Yesus Kristus dan Percaya kepada Yesus Kristus ? Ada yang menerima Yesus Kristus seperti yang terwahyukan didalam Firman Tuhan, tetapi ada juga yang belum sepenuhnya mengenal Yesus Kristus seperti yang terwahyukan didalam Firman Tuhan. Makanya didalam alkitab pun disebutkan ” injil lain” , “Yesus lain” , “roh lain” ( 2 kor 11:4). Hal ini cukup banyak variasinya. Salah satu bentuk Yesus lain itu adalah yang tidak mengenali Yesus sebagai hari sabat yang sejati. Dan yang terakhir inipun , masih bisa dikategorikan beberapa. Prinsipnya mereka, masih bekerja dengan upaya sendiri untuk memenuhi tuntutan hukum Allah. Ada yang masih memelihara hukum Taurat Allah, dengan tujuan mengkombinasikan dengan Yesus yang dikenalnya. Ada juga yang tidak sadar membuat ajaran baru yang tidak mengenal hakikat pekerjaan Allah. Ada juga yang menambah tatacara ibadah dan liturgy tertentu agar lebih memikat dam khitmad Ada yang mengkombinasikan dengan keprcayaan local, hal-hal yang berbau misteri atau mistik, seperti membawa pedupaan atau yang berbau kuburan ke dalam ibadahnya. Ada yang memakai ajaran allkitab juga. Prinsipnya mereka masih bekerja dengan upaya sendiri untuk memenuhi tuntutan Allah. Sebab nya ber macam-macam. ( tak dibahas dalam konteks ini).

Diluar kita boleh sibuk, tetapi di dalam kita perlu ada perhentian/ istirahat, menerima dan menikmati pekerjaan Allah. Hari ini saya bekerja sebentar dipagi hari , kemudian mengerjakan tulisan ini, nanti ada persekutuan dengan beberapa keluarga kaum saleh, semuanya saya kerjakan pada hari ke tujuh ( hari sabtu). Hari ini saya bekerja . Kenapa saya tetap bekerja pada hari ke tujuh ( hari sabtu ) ? karena saya ingat hakikat hari sabat dan saya juga ingat Yesus Kristus yang adalah Tuhan mengatakan demikian

” Bapaku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga ..” ( yoh 5:17).

Itu dikatakan Yesus pada waktu hari sabat, dan Dia mengatakan hal itu setelah menyembuhkan orang yang sakit lumpuh selama 38 tahun pada hari sabat itu, dan bahkan dia meminta orang yang lumpuh itu “bangunlah, angkatlah tilam mu dan berjalanlah” (yoh 5:8).

Nah karena Yesus ini adalah Allah sendiri yang datang ke dalam Dunia…maka Nya dengarkan akan dia………

….

Kita perlu mengenal hakekat hari sabat yang sesungguhnya : ..”hari sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari sabat. Jadi Anak manusia adalah juga Tuhan atas hari sabat ” ( Mark 2:27-28). .

Jadi kalau merujuk perkataan Yesus dalam Yoh 5:17 : Bapaku bekerja sampai sekarang, maka akupun bekerja” Yang Allah lakukan adalah berhenti dalam penciptaan, tetapi dia masih bekerja untuk penebusan ..dan pembangunan Runah Allah.

So kalau Yesus Kristus yang adalah Allah sendiri dan Tuhan atas hari sabat mengatakan demikian, mengapa anda membuat hari sabat sendiri ?? ” Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya itu hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. ” ( kolose 2:16-17).

Ingatlah semuanya hanya bayangan ..Wujudnya ialah Kristus. Kristuslah hari sabat kita yang sejati.

Jadi Percayalah Kristus telah mengerjakan penebusan untuk kita, dan telah memberikan hidup (hayat) kekal pada kita. Beristirahatlah, jangan bekerja untuk penebusan kita, karena Dia sudah mengerjakannya untuk kita. Dia peristirahatan kita yang sejati.

Salam kasih

http://groups.yahoo.com/group/batuhidup/

Tulisan berikut ada di milis batuhidup di Yahoogroups.

Sdr sdri dan rekan milis….,

Ada pertanyaan dan juga pernyataan seorang rekan yang ditujukan ke saya , perihal melakukan hari sabat atau hukum Taurat berdasarkan kasih karunia dan bukan berdasarkan hukum. Sebelum menjawab ini saya rasa perlu jelas lebih dulu perihal apa makna hukum taurat dan apa makna Kasih karunia..

Dalam 1 Yoh 1`:17 disebutkan : ” Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, Tetapi kasih karunia ( Anugerah) dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Yang diberikan ( melalui ) Musa adalah Hukum Taurat, sedangkan yang datang melalui Yesus Kristus adalah Kasih karunia ( anugerah) dan kebenaran.

Hukum Taurat tergolong suatu hukum yang harus dipatuhi dan bila ada yang melanggarnya akan diberikan suatu sanksi atau hukuman. Hukum Taurat itu adalah suatu peraturan atau hukum ( dalam perjanjian lama) yang harus di penuhi oleh manusia agar dapat memenuhi tuntutan Allah. Jadi hukum taurat itu menuntut manusia untuk dapat memenuhi peraturan atau hukum itu. Agar manusia dapat memenuhi tuntutan hukum Taurat itu, maka tentu saja manusia harus bekerja / atau melakukan sesuatu untuk memenuhi tuntutan hukum itu.

Hal ini berbeda dengan kasih karunia ( anugerah) yang datang melalui Yesus Kristus.. Karena begitu besar kasih Allah…sehingga Ia telah mengaruniakan anak Nya yang tunggal…. ( Yoh 3:16) . Kasih karunia ( anugerah) itu sebenarnya adalah diri Yesus Kristus sendiri. Jadi jelas kasih karunia ( anugerah) itu berbeda dengan hukum Taurat.

Kalau hukum taurat itu menuntut manusia untuk bekerja/ berusaha melakukan sesuatu untuk Allah agar dapat memenuhi tuntutan Allah. Tetapi kasih karunia ini merupakan suatu anugerah / pemberian Allah agar manusia dapat memenuhi tuntutan Allah. Kalau hukum Taurat itu berdasarkan usaha manusia, kalau kasih karunia itu berdasarkan Kasih karunia ( pemberian Allah) , jadi Allah yang mengerjakan untuk manusia.

Misalnya masalah keselamatan, manusia cukup percaya (dan dibabtis). Masalah Keselamatan , Allah yang mengerjakan, dia datang sebagai manusia Yesus Kristus, menderita sengsara mati dan disalibkan di kayu salib, dan kemudian bangkit naik kesurga. Jadi manusia tidak perlu berjerih lelah, harus banyak amal,. Harus memperbaiki diri dulu, harus memperingati hari sabat , harus ini dan harus itu, jangan ini dan jangan itu. Yang perlu dilakukan itu adalah Percaya. Dan keselamatan itu diberikan secara Cuma-Cuma ( gratis). ” Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” ( efesus 2:8).

Hal ini merupakan sesuatu yang sangat mendasar. Dan kelihatannya sepele. Tetapi berabad-abad sejarah membuktikan bahwa dunia “kehilangan” kasih karunia Allah ini. Dan mereka diselewengkan ke hal-hal yang baik dan agamis : Manusia itu harus berbuat baik, memperingati sabat, melakukan ini dan itu agar dapat memperoleh keselamatan.

Ada suatu periode jaman, surat pengakuan dosa yang berasal dari “tokoh agama tertentu” merupakan suatu hal yang “penting” bagi kehidupan orang Kristen/katolik pada saat itu. Sampai saat Martin Luther dengan reformasi nya mengembalikan kepada : keselamatan adalah oleh karena iman kepada Yesus Kristus. Hari ini kita jangan terkecoh lagi oleh hal-hal yang baik, kelihatan masuk akal dan agamis kembali. Ingatlah ” Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” ( efesus 2:8).

Jadi kembali ke pertanyaan awal : apa beda Kasih karunia dan Hukum Taurat. ?? Kasih karunia itu pemberian Allah kepada kita, Yesus Kristus yang mengerjakan keselamatan, kita cukup beriman, dan pasti beroleh hidup kekal. Sedangkan Didalam hokum Taurat itu manusia yang berusaha / yang mengerjakan keselamatan. Dan sepertinya susah manusia beroleh selamat melalui hukum taurat karena ” Sebab barang siapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian daripadanya, ia bersalah terhadap seluruhnya” ( Yakobus 2:10). Apalagi ” .hukum taurat ditambahkan supaya pelanggaran semakin banyak …” ( Roma 5:20).

Sdr/sdri kita perlu jelas bahwa sejak kedatangan Yesus Kristus : sampai saat ini adalah jaman kasih karunia. Dan bukan lagi jaman Hukum Taurat. Dan perbedaannya sangat jelas. Jangan terjebak kembali lagi pada jaman hukum taurat ( dengan berusaha berdasarkan diri sendiri). Sering kali kita terbawa pada konsep kita atau konsep manusiawi lainnya, sesuatu yang kelihatannya lebih dapat diterima oleh akal kita, tetapi kita melupakan maksud hati Allah atau kehendak Allah semula. Allah bahkan mengetahui keterbatasan manusia untuk dapat melakukan / memenuhi hukum taurat. Karena terbukti banyak yang tak dapat memenuhinya. Pelanggaran semakin banyak..( roma 5:20). Dalam situasi demikian bagaimana mungkin manusia memenuhi tuntutan Allah. Oleh karena itu Allah datang ke dunia ini sebagai manusia dan dia sendiri yang melakukan pekerjaan penyelamatan itu. Sungguh beruntungnya kita sebagai manusia, karena kasih Allah yang demikian besar pada kita.

Yang perlu kita lakukan adalah percaya kepada Yesus Kristus dan dibabtis….

..

Jadi jelas “… itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah ” ( efesus 2:8).

Jadi jelas berbeda bukan : hukum taurat dan kasih karunia.!!?

Yang satu manusia bekerja untuk memenuhi tuntutan Allah , yang lainnya Allah yang mengerjakan untuk manusia untuk dapat memenuhi tuntutan Allah.

Ingatlah : Allah telah memberikan anugerah (kasih karunia) Nya melalui Yesus Kristus.. Dia telah datang ke dunia ini dalam Yesus Kristus , hidup di dunia, mati tersalib, bangkit dan naik ke surga, dan kemudian menjadi roh yang menghidupkan ( roh pemberi hayat). Allah telah melahirkan kembali kita, memberikan hidup ( hayat) kekal bagi setiap orang yang Percaya ( menerima ) Yesus Kristus. … itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah ( efesus 2:8). Allah yang telah mengerjakan penebusan bagi kita . :”

Ketika Allah sudah memberikan kasih karunia Nya kepada kita, dan kita masih terus berusaha sendiri dengan memperingati hari sabat (melakukan hukum Taurat) , bukankah itu suatu tindakan tidak mempercayai Allah ??

Ketika Firman Tuhan mengatakan ” Sebab Kristus adalah kegenapan ( “tujuan akhir”) hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang percaya” ( Roma 10:4) dan kita masih memperingati hari sabat ( melakukan hukum Taurat), Bukankah itu suatu tindakan yang tidak mempercayai bahwa Kristus adalah kegenapan hukum Taurat ? sehingga kita masih memperingati hari sabat ?

Dan ” aku tidak menolak anugerah Allah, sebab sekiranya ada pembenaran melalui hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus” ( Galatia 2:21).

Tuhan memberikan kasih karunia Nya pada kita.

Salam kasih

http://groups.yahoo.com/group/batuhidup/

Hari Sabat

Posted: Januari 17, 2008 in Hari sabat, perhentian sejati

Hari sabat itu ada didalam perjanjian lama, khususnya tercantum didalam hukum ke 4 dari kesepuluh hukum Allah. ( keluaran 20:1-17). Hari sabat ini merupakan hari ke tujuh dimana Allah berhenti bekerja mencipta. ( kej 2:1-3). Allah berhenti dari segala pekerjaan Nya dan menikmati sabat ( perhentian). Dalam Perjanjian lama : hari sabat ini sangat penting dan besar sekali makna nya. Dalam bilangan 15:32-36 : ada seorang yang memungut kayu pada hari sabat, ia harus mengalami: dirajam dengan batu sampai mati di luar perkemahan, sebab ia telah melanggar hari Sabat Allah.

Tetapi di dalam perjanjian baru suasana nya berbeda. Yesus membaca kitab suci pada hari sabat ( Lukas 4:16). Yesus mengajar orang di bait Allah pada hari sabat ( markus 1:21). Demikian juga rasul Paulus mengajar pada hari sabat ( kis 17:1-3). Jadi sampai disini ada suatu pemanfaatan yang positif dari hari sabat untuk hal-hal yang rohani. Jadi mengisi hari sabat dengan sesuatu yang bermakna rohani.

Tetapi tidak hanya itu, perjanjian baru juga menceritakan Tuhan Yesus menyembuhkan orang pada hari sabat, dan bahkan meminta orang itu untuk mengangkat tilam nya pada hari sabat ( Yoh 5 :1-17). Kalau ditinjau dalam masa perjanjian lama maka baik Yesus maupun orang yang baru sembuh ( dan mengangkat tilam itu) melanggar hari sabat. Tetapi apa yang dikatakan oleh Yesus tentang masalah ini : “ Bapa Ku bekerja sampai sekarang maka Akupun bekerja juga “ ( Yoh 5:17).

Memang Allah berhenti mencipta ( kel 2:1-3), tetapi Allah masih bekerja untuk yang lainnya………..penebusan ( orang yang berdosa) dan pembangunan rumah Allah.

Kedatangan Yesus kedunia ini ternyata membawa suatu perubahan yang bermakna. Yesus dalam kasus diatas sepertinya me re “definisi” kan arti berhenti bekerja, dan membawa ke pengertian sabat yang sejati.

Yang Allah lakukan dulu adalah menghasilkan ciptaan lama, Yang Allah kerjakan sekarang adalah ciptaan baru, yang melalui penebusan …melahir baru kan orang…dan bagi pembangunan rumah Allah…..

Allah bekerja terus untuk meyelamatkan orang ‘sakit’, orang “buta”, “timpang”, orang”lumpuh” agar mereka memiliki perhentian. Allah bekerja terus agar kita “yang sakit ” juga memiliki perhentian .

Orang Yahudi itu ternyata tidak mengenal hakikat hari sabat ( dan hukum Taurat) sebenarnya….”hari sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari sabat. Jadi Anak manusia adalah juga Tuhan atas hari sabat “ ( Mark 2:27-28). .

Hari sabat adalah hari dimana Allah berhenti bekerja, setelah pekerjaan nya selama 6 hari sebelumnya dirasakan baik. Tetapi dari sudut manusia, hari sabat adalah hari dimana manusia tidak bekerja, melainkan memasuki perhentian Allah. Artinya manusia tidak bekerja tetapi menerima pekerjaan Allah. Oleh karena itu kalau anda tidak mau berhenti bekerja, artinya anda menolak perhentian yang di karunia kan Allah kepada anda. Dan ini suatu situasi yang membahayakan. Karena anda tidak taat pada Allah. Allah meminta anda tidak bekerja, …. anda malah ngotot dengan kepandaian anda ingin bekerja. Karena itu resikonya mendapat murka Allah.

Hari sabat sebenarnya adalah salah satu dari peristiwa atau perkara dalam perjanjian lama yang merupakan lambang atau bayangan dari perkara yang ada didalam perjanjian baru ( ibrani 10:1). Hari sabat merupakan “suatu bayangan dari apa yang harus datang, sedangkan wujudnya ialah Kristus. “ (Kol 2:16-17). Jadi sabat kita yang sejati adalah Kristus.

Oleh karena itu lah sdr/sdri : berhentilah didalam Kristus, dia adalah sabat kita yang sejati. Allah menghendaki kita berhenti bekerja, dan menerima pekerjaan Allah ( untuk menebus kita, yang sudah dikerjakan didalam Kristus Yesus). Allah akan murka jika anda masih bekerja juga dan tidak menerima pekerjaan Allah. Karena itu artinya anda tidak taat pada Allah .

Lalu mengapa anda masih berusaha dengan upaya anda sendiri melakukan ini dan itu ? mengapa anda tidak mengaso dalam sabat yang disediakan bagi kita ?? Dalam Yesus Kristus !? Bukankah Allah sudah mengerjakan keselamatan untuk anda ??

Sebagai orang yang percaya pada Kristus, anda akan rugi dan menderita murka Allah, jika mengartikan hari sabat sebagaimana didalam perjanjian lama. Karena itu adalah hanya bayangan yang wujudnya adalah Kristus. Kristus adalah hari sabat kita yang sejati.

“Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus. ( Galatia 2:21)

Oleh karena itu terima lah hari sabat yang sejati, perhentian yang sejati : Yesus Kristus. Berhentilah berusaha atau bekerja dengan melakukan peraturan ini dan peraturan itu. Nikmatil;ah pekerjaan Allah. Karena Allah sudah mengerjakan didalam Kristus Yesus. Anda cukup percaya dan menerima Yesus Kristu

http://groups.yahoo.com/group/batuhidup/