http://groups.yahoo.com/group/batuhidup/
Rekan Steve,
dan juga rekan andi….,
Terima kasih atas pertanyaan / respon nya…..dan juga keinginan untuk mentaati Firman Tuhan……
Juga kepada sdr Leo … terima kasih atas email nya dan respon nya…. perlunya menerapkan Hukum Taurat, bukan dengan cara luaran……
Sebenarnya perihal hukum Taurat dan hari sabat itu juga sudah saya kiirmkan artikel dengan judul : “bayangan dan penggenapan nya” yang muncul dimilis batuhidup tgl 24 nopember 2007 atau artikel dengan judul : Yesus dan hari sabat .. serta kasih karunia dan hukum Taurat…
Saya akan menjawab pertanyaan steve dengan singkat :
1. ))) Apakah dengan ada nya Kristus Hukum Taurat menjadi gugur atau tidak berlaku lagi…??
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
” ( matius 5:17). Kristus datang untuk menggenapi nya..
Hukum Taurat adalah kudus , dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik ( Roma 7:12) Tetapi manusia sebagai pelakunya yang tidak baik. Hal ini karena manusia ada didalam daging. Karena manusia ada didalam daging inilah maka manusia itu sulit untuk dapat melakukan hukum Taurat. ” Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tidak berdaya oleh daging,… ” (roma 8:3).
Sehingga dalam faktanya pelanggaran terhadap hukum Taurat itu semakin banyak . ” dengan masuknya hukum Taurat, pelanggaran menjadi semakin banyak..” ( roma 5:20).
Oleh karena itulah, maka Allah berinisiatif datang kedunia, untuk mengerjakan apa yang TIDAK dapat dikerjakan oleh manusia. dan menggenapinya didalam Kristus Yesus. Roma 10:4 ” Sebab Kristus adalah kegenapan ( “tujuan akhir”) hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang percaya”.
Sehingga ketika kita menerima Kristus Yesus, maka kita memperoleh pembenaran dari Allah, kita memperoleh keselamatan.
Jadi didalam jaman kasih karunia ini, perhatian kita itu perlu kepada Yesus Kristus saja, bukan lagi kepada Hukum Taurat…. Kita perlu percaya/ menrima Yesus Kristus dan hidup dipimpin oleh Roh itu …..
Galatia 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat
Kita perlu mengetahui hakikat kasih karunia dan juga hukum Taurat. Kasih Karunia adalah Allah yang mengerjakan sedangkan hukum Taurat adalah kita yang bekerja….
Jangan mencampur aduk kan atau menambahi kasih karunia Allah dengan usaha manusia… jangan mencampur aduk kan ( kasih karunia ) Kristus Yesus dengan hukum Taurat…
“Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. ( Galatia 2:16)
2.))) apakah hal ini tidak kontradiksi : Hukum Taurat berasal dari ALLAH, tetapi kemudian oleh ALLAH coba dihapuskan (Gereja sekarang tidak mengikuti tata cara Hukum Taurat) ?
Rekan Steve …. mungkin perlu jelas bahwa injil Allah… kasih karunia itu asal muasalnya adalah janji Allah kepada Abraham………..
“Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” ( Gal 3:8)
Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. ( Gal 3:9).
Jadi kedatangan Yesus Kristus … kemudian Dia tersalib itu adalah :
Galatia 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
selanjutnya dalam galatia :
3:16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunannya” seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: “dan kepada keturunanmu”, yaitu Kristus.
3:17 Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.
3:18 Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.
Lalu apa maksud ada nya hukum Taurat ???
dalam Kitab galatia juga Allah berfirman :
3:24 Jadi hukum Taurat adalah PENUNTUN BAGI KITA sampai KRISTUS DATANG, supaya kita dibenarkan karena iman.
3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.
3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
3. ))))- apakah dengan penggenapan Yesus Kristus pada hukum Taurat, otomatis kita boleh melanggar hukum Taurat itu sendiri ? toh kita sudah mendapat “anugerah” ?.
Ya jelas tidak pak Steve….
Yesus Kristus malah memberikan suatu hukum baru yang standard moral nya lebih tinggi dari hukum Taurat…. coba baca di matius pasal 5…
Galatia 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa,….
Cuman kalau yang kamu maksudkan tidak memperingati hari sabat ??
… sepertinya memperingatinya bukan diluaran seperti yang kamu maksudkan steve…
Kita yang perlu beristirahat didalam Kristus ( yang adalah hari sabat kita yang sejati) .. yang riil…
Clg,181207
Tjandra
—– Original Message —–
From: Steve
Pak Tjandra mohon diberikan pengertian kepada saya yang baru ini :
Saya tertarik dengan kalimat Bapak :
Ketika Allah sudah memberikan kasih karunia Nya kepada kita, dan kita masih terus berusaha sendiri dengan memperingati hari sabat (melakukan hukum Taurat) , bukankah itu suatu tindakan tidak mempercayai Allah ??
Ketika Firman Tuhan mengatakan ” Sebab Kristus adalah kegenapan ( “tujuan akhir”) hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang percaya” ( Roma 10:4) dan kita masih memperingati hari sabat ( melakukan hukum Taurat), Bukankah itu suatu tindakan yang tidak mempercayai bahwa Kristus adalah kegenapan hukum Taurat ? sehingga kita masih memperingati hari sabat ?
Ada sedikit pertanyaan dari saya mengenai pernyataan tersebut :
- Apakah dengan adanya Kristus Hukum Taurat menjadi gugur/tidak berlaku lagi ?
- apakah hal ini tidak kontradiksi : Hukum Taurat berasal dari ALLAH, tetapi kemudian oleh ALLAH coba dihapuskan (Gereja sekarang tidak mengikuti tata cara Hukum Taurat) ?
- apakah dengan penggenapan Yesus Kristus pada hukum Taurat, otomatis kita boleh melanggar hukum Taurat itu sendiri ? toh kita sudah mendapat “anugerah” ?
Demikian pertanyaan dari saya. Terima kasih sebelumnya.
BR
Steve